Sunday, February 16, 2014

Review LG G Flex, Curved Smartphone

Produsen produk elektronik korea terbesar kedua setelah Samsung, LG, belakangan sudah berani tampil di segmen smartphone dengan menghardirkan serangkaian produk dengan teknologi dan fitur terkini. Mulai dari seri Nexus4/5, sampai G/G2/G Pro. LG masih menyiapkan senjata andalannya yakni G Flex yg baru saja dirilis belum lama ini. Apa saja kehebatan dari smartphone terbaru ini? Ada sedikit preview-nya, simak guys, enjoy!!!  



OS 
Kenapa sebuah smartphone flagship hanya dimodali OS default jellybean 4.2.2 ?? Tanya kenapa? Harusnya bisalah langsung dikasih KitKat. Mungkin sifatnya upgradeable to alias dapat di upgrade nantinya. 

Design 
Sisi design memang menjadi sorotan utama dari G Flex. Betapa tidak? Inilah smartphone pertama dari LG yg mengusung layar lengkung nan fleksibel. Mungkin dengan bentuk seperti ini maka diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dalam menggunakan sebuah smartphne. Pengguna bisa menikmati kemudahan membawa, menggenggam ataupun memasukkan kedalam saku dengan bentuk layar cekung-nya. Bentuk ini bisa juga supaya suara terdengar lebih jelas dan detail saat melakukan panggilan telepon kepada lawan bicara,,,,entahlah. 

Kabarnya, LG mengklaim dengan bentuk seperti ini maka smartphone dapat menahan beban atau tekanan sebesar 40kg. Karena bentuk yg unibody maka batrai dan backcover tidak dapat dibuka. Selain itu, bagian belakang atau backcover mempunyai kemampuan untuk menghilangkan lecet, guratan atau goresan dengan sendirinya selama pemakaian yg disebut self-healing oleh pihak LG berkat bahan plastik polimer yg melapisi bagian tersebut. Mungkin sifatnya sama dengan pelindung kaca gorilla. Sepertinya ponsel ini cocok sekali dengan tipikal pengguna yg ceroboh dan ribet. 

Uniknya, tombol daya dan lampu notifikasi terdapat tepat di belakang cover dikarenakan space yg terbatas. Selain itu katanya sih biar pengguna tidak dengan sengaja mematikan ponsel saat digunakan. 

Screen 
Dengan lebar layar 6inch sepantasnya G Flex termasuk kategori phablet ketimbang sekedar handphone. Layar lengkung-nya berjenis P-OLED. P-OLED sendiri merupakan teknologi layar yg dipatenkan dan lebih dulu dibenamkan pada televisi produksi LG. Ya mirip teknologi bravia engine Sony. Soal jenis layar sih tidak ada yg lebih bagus atau lebih jelek, kembali ke selera si pengguna aja. Namun sayang nya, untuk resolusi layar ternyata tidak sehebat pendahulunya. Pengguna harus puas hanya dengan resolusi layar 720 x 1280 piksel -245 ppi pixel density. Layar lebih lebar harusnya memiliki resolusi lebih tinggi semisal full HD dan pixel density mendekati 400ppi yg berdampak pada kualiatas atau hasil gambar pada layar. Untung-nya layar telah dilapisi penlindung kaca gorilla generasi kedua.
 
LG juga menyebutkan dengan adanya layar cekung seperti ini, maka penggunan juga bisa mendapatkan sensasi menakjubkan dalam bermain game dan menikmati konten video maka dari itu terdapat fitur yg sibut QuickTheather. Silahkan buktikan sendiri ya guys.. 

CPU/GPU 
Kalau sektor ini memang super sekali. Dibekali prosesor kelas atas Qualcomm® Snapdragon™800 2.26 GHz Quad-Core krait 400 dan GPU adreno 330. Gak perlu diragukan lagi deh. Siap digeber siang malem. No comment. 

Camera/video 
Kamera utama 13mp dan sekunder 2.1mp. Untuk kamera utama sebetulnya sudah standar dengan resolusi sebesar itu untuk sebuah ponsel flagship. Yg belum umum ialah kamera sekunder alias kamera depan. Infonya baik depan dan belakang bakal memberikan kualitas yg luar biasa. Mampu merekam video hingga resolusi 1080p@30/60fps. 

Memory/RAM 
Diberkahi internal storage sebesar 32gb tanpa dukungan tambahan slot memory. RAM cukup luas sebesar 2gb harusnya bisa 3gb menandingi Galaxy Note 3

Music 
Tidak terlalu menonjol tapi terdapat Dolby Enchancement dan music player bawaan bisa memutar lagu dalam format FLAC

Battery 
Dengan kombinasi prosesor super namun hemat daya dan juga batrai berkapaitas 3500mAh cukuplah untuk aktifitas mobile kalian. FYI, bahkan batrainya juga dibentuk lengkung mengikuti layarnya. 

Conclusion 
Dengan menjadi pelopor smartphone layar lengkung, LG mencoba mematahkan dominasi golongan mainstream di sektor ponsel. Dengan segala kelebihannya ponsel ini patut dimiliki. Tapi dari sisi harga rasanya masih terlalu mahal yakni sekitar 9.7 jutaan bahkan lebih, dimana sebetulnya uang sebesar itu masih bisa buat beli smartphone dibawahnya. Lagipula untuk inovasi layar lengkung ini buat saya sendiri masih belum dibutuhkan jadi masih pakai smartphone layar datar sudah cukup,,,he. 

Namun, smartphone yg mengadopsi layar lengkung bukan hanya LG, brand lain yakni Samsung sudah lebih dulu merilis smartphone serupa dengan nama Galaxy Round. Tapi sepertinya di Indonesia tidak terlalu heboh, atau mungkin tidak beredar di pasar lokal. Kalau diliat dari spesifikasi teknis, Galaxy Round berada di atas G Flex dengan harga yg tidak kalah fantastis. Yg pasti kedua brand mengklaim dirinya sebagai yg pertama menciptakan inovasi curved display pada perangkat smartphone. Jadi bingung sendiri, he. Entahlah… 

1 comment:

  1. Nice blog Great Information.
    Post announcement of much awaited spectrum-sharing policy, Videocon Telecom plans to pool spectrum with other operators to provide 4G LTE services.

    ReplyDelete